Materi Pembelajaran IPA Kelas 5 : Perubahan Sifat Benda

A. Sifat Benda Padat, Cair dan Gas
Di alam ini terdapat tiga wujud benda, yaitu padat, cair, dan gas. Masing-masing benda mempunyai sifat yang berbeda. Bagaimanakah sifat ketiga wujud benda tersebut?
1. Sifat Benda Padat
Benda padat mempunyai bentuk dan ukuran yang tetap. Contohnya kayu, batu, dan buku. Bentuk dan ukuran benda tersebut tetap walaupun dipindahkan tempatnya.

2. Sifat Benda Cair
Benda cair memiliki ukuran yang tetap, namun bentuknya berubah-ubah sesuai dengan wadah yang ditempatinya. Contohnya air. Apabila air 1 liter dimasukkan ke dalam botol maka bentuknya seperti botol dan volumenya tetap 1 liter. Jika air tersebut dipindahkan ke dalam kaleng maka volumenya tetap 1 liter dan bentuknya seperti kaleng.

3. Sifat Benda Gas
Benda gas mempunyai bentuk dan ukuran yang berubah-ubah. Contohnya udara di dalam balon bentuknya seperti balon dan menempati seluruh ruangan balon. Sifat benda padat, cair, dan gas di atas dapat kita tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut.

B. Perubahan Sifat Benda

Sifat benda dapat berubah. Perubahan tersebut karena adanya beberapa faktor. Contohnya pemanasan, pendinginan, penambahan air, dan pembusukan.
1. Pemanasan
Pernahkah kamu memanaskan air? Jika air dipanaskan terus menerus maka akan berubah menjadi uap. Air dan uap (gas) mempunyai sifat yang berbeda. Contoh lainnya adalah kertas yang dibakar akan berubah wujud menjadi abu. Abu mempunyai sifat yang berbeda dengan bentuk asalnya. Lilin yang dipanaskan akan mengalami suatu perubahan. Lilin yang tadinya berupa benda padat setelah dibakar berubah menjadi benda cair. Sifatnya juga berubah.
2. Pendinginan
Air yang didinginkan akan menjadi es. Air merupakan zat cair dan es adalah benda padat. Sifat es berbeda dengan sifat air. Jadi sifat air berubah setelah mengalami pendinginan.

3. Penambahan Air
Air ditambahkan pada semen dan pasir. Kemudian diaduk sehingga menghasilkan  adukan yang lembek. Jika campuran ini didiamkan akan mengeras. Campuran ini dimanfaatkan untuk membuat bangunan yang kokoh. Contoh lainnya adalah ketika gula yang berupa kristal padat ditambah air kemudian diaduk maka gula tersebut akan melarut.

4. Pembusukan
Buah dapat menjadi busuk karena adanya mikroba. Contoh mikroba adalah jamur dan bakteri. Buah yang busuk akan berbau, warnanya berubah, bentuknya menjadi lunak, dan berlendir. Jadi sifat buah yang telah busuk berbeda dengan sifat buah yang masih segar.

C. Perubahan Sementara dan Perubahan Tetap
Perubahan wujud suatu benda dibedakan menjadi perubahan sementara dan perubahan tetap.
1. Perubahan Sementara
Perubahan wujud benda sementara atau dapat kembali. Artinya bahwa bentuk benda yang mengalami perubahan dapat berubah kembali ke bentuk awalnya. Contoh perubahan sementara adalah seperti berikut.
a. Air yang didinginkan akan berubah wujud menjadi es. Sebaliknya jika es dibiarkan di udara terbuka atau dipanaskan akan kembali menjadi air.
b. Gula atau garam dapat larut dalam air. Sebaliknya jika air diuapkan, akan didapatkan kembali gula atau garam.
c. Pada pengecoran logam, lempeng besi dipanaskan pada suhu tinggi sehingga mencair. Kemudian cairan besi dimasukkan dalam cetakan dan didinginkan sehingga wujudnya akan kembali menjadi logam yang padat

2. Perubahan Tetap
Perubahan tetap atau tidak dapat kembali. Artinya benda yang telah mengalami perubahan tidak dapat kembali lagi ke bentuk awalnya. Contoh perubahan tetap adalah sebagai berikut.
a. Pembusukan buah-buahan
Buah-buahan yang didiamkan selama beberapa hari di tempat terbuka akan membusuk. Pembusukan disebabkan oleh jamur dan bakteri. Buah-buahan yang mengalami pembusukan tidak dapat menjadi buah yang segar kembali. Jadi peristiwa pembusukan termasuk perubahan tetap.
b. Pemasakan
Pemasakan juga termasuk perubahan tetap. Bahan makanan yang sudah dimasak tidak dapat kembali seperti semula. Misalnya beras dimasak menjadi nasi, maka nasi tidak dapat diubah menjadi beras kembali.
c. Pembakaran benda
Pembakaran suatu benda dapat menghasilkan zat baru yang memiliki sifat berbeda. Contoh perubahan tetap karena pembakaran adalah:
1) Kertas dibakar menjadi abu. Abu tidak dapat berubah wujud menjadi kertas kembali.
2) Kayu atau lidi dibakar menjadi arang/abu. Arang atau abu tidak dapat menjadi kayu atau lidi kembali.


RINGKASAN MATERI

1. Wujud benda ada tiga yaitu padat, cair, dan gas.
2. Benda padat mempunyai bentuk dan ukuran yang tetap.
3. Benda cair memiliki ukuran yang tetap tetapi bentuknya berubah-ubah sesuai wadahnya.
4. Benda gas mempunyai bentuk dan ukuran yang berubah-ubah.
5. Perubahan pada suatu benda dapat terjadi karena pemanasan, pendinginan, penambahan air, dan pembusukan.
6. Perubahan yang terjadi dibedakan menjadi perubahan sementara dan perubahan tetap.
7. Perubahan sementara adalah perubahan yang dapat kembali lagi ke bentuk awalnya. Contoh air membeku menjadi es, garam larut dalam air, dan logam meleleh pada suhu tinggi.
8. Perubahan tetap adalah perubahan di mana benda yang telah mengalami perubahan tidak dapat kembali lagi ke bentuk semula. Contoh buah menjadi busuk, beras menjadi nasi, dan kertas dibakar menjadi abu.




sumber : Buku Sekolah Elektronik (BSE) : Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas 5
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional

0 Response to "Materi Pembelajaran IPA Kelas 5 : Perubahan Sifat Benda"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel